
Gianyar(Manggala Online)-Sejak 2025 Badan Nasional Narkotika Kabupaten(BNNK) tidak ditargetkan untuk melakukan penindakan. Penindakan peredaran dan penyalahgunaan narkotika diambil alih provinsi. Karena itu Badan Nasional Narkotika Kabupaten Gianyar gencarkan pencegahan yang menyasar lembaga pendidikan, institusi pemerintah, desa adat bahkan banjar-banjar.
Dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika BNN Kabupaten Gianyar bersinergi dengan steakholder, dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten bahkan pemerintah desa di Gianyar. “ Kami mendapat dukungan dari Forkompinda, Pemkab Gianyar, pemerintah desa bahkan sekolah-sekolah dari TK sampai SMA/SMK di Gianyar. Ini meringankan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika(P4GN) yang kami lakukan di Gianyar,” ungkap Kepala BNNK Gianyar Sudirman, kepada awak media, di Kantor BNN Kabupaten Gianyar, Selasa(23/12).
Kegiatan itu dihadiri pula oleh Badan Kesbangpol, Dinas PMD, dan Dinas Pendidikan, perbekel Desa Saba, Perbekel Desa Sidan, dan Perbekel Desa Pejeng Kaja, dan sejumlah awak media yang bertugas di Gianyar.
Dalam mewujudkan Gianyar Bersinar(Bersih dari Narkotika) BNN mendapat dukungan dari Pemkab Gianyar dengan diterbitkan Perda Nomor:1 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Dan tahun 2025 ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama, dengan instansi pemerintah, swasta, organisasi pemuda dan lingkungan sekolah.
Kerja sama ini sudah berjalan baik. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme instansi melaksanakan tes urin sebagai pencegahan dini penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Gianyar. Sekolah, desa-desa, dan organisasi pemuda juga antusias melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika. “ Kami berterima kasih kepada desa-desa yang telah menganggarkan untuk tes urine. Dari 64 desa di Gianyar 60 desa sudah menganggarkan tes urine. Demikian pula institusi pendidikan, selama kami melakukan sosialisasi P4GN di sekolah, respon sekolah cukup baik,” jelasnya.
Menurutnya, dengan sinergi yang baik dalam upaya melakukan P4GN di Gianyar diharapkan kasus penyalahgunaan narkotika bisa ditekan. “Mari kita terus bersinnergi untuk menyelamatkan masa depan generasi kita dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” ajaknya.
Sudiman mengungkapkan, produksi barang haram belakangan semakin banyak jenisnya. Tidak hanya sabhu, ganja, heroin yang sudah kita kenal selama ini. Laboratorium Wina Austria mengungkapkan, ada 1.300 jenis narkotika baru. Dari 1,300 jenis baru itu 175 jenis sudah ada di Indonesia. Narkotika ini ada disusupkan dalam permen, makanan, minuman bahkan vape(rokok elektrik). Ini harus diketahui masyarakat, agar masyarakat terus waspada dengan bahaya narkotika.
Pada kegiatan realis akhir tahun 2025, BNN Kabupaten Gianyar memberikan penghargaan kepada perbekel tiga desa yang berpartisipasi dan berinovasi dalam melaksanakan P4GN. Yakni Desa Saba, Desa Sidan dan Desa Pejeng Kaja.(wir).

Leave a Reply