• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • Home
  • About Us
  • Kategori Berita
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Sosok
    • Agama, Seni dan Budaya

Manggala Online

Surat Kabar Manggala

Ad example

Neka Art Museum  Ajak Generasi Muda Gaungkan Kembali Budaya Lokal

June 13, 2025 by manggala Leave a Comment

Gianyar(Manggala Online)- Neka Art Museum tidak hanya sebagai tempat memajang hasil karya maestro seni rupa, khususnya lukisan. Namun berkomitmen juga untuk membangkitkan budaya lokal, dengan mengajak  generasi muda menggaungkan kembali budaya lokal, sehingga tidak budaya lokal kian eksis baik tingkat lokal maupun global. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya Neka Art Museum Even(NAM-E), yang akan digelar, Sabtu(14/6).

Dari Kiri Tubagus Andre Sukmana, Benito Lapulalan, Benito Lapulalan dan Laksmi Kardi, saat memberi keterangan pers, di Neka Art Museum, Ubud, Gianyar, Kamis(12/6).

Acara ini diinisiasi oleh Neka Art Museum, bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sejumlah tokoh turut ambil bagian, termasuk seniman, akademisi, budayawan, dan masyarakat umum yang peduli terhadap masa depan kebudayaan nasional.

Melalui NAM-E, akan digelar Forum Diskusi yang bertajuk “Indonesian Wave versus Global Wave Cultural Industry”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesian Wave-Jelajah Negeri, Budaya Bersemi. Tujuan gerakan ini untuk menggugah kesadaran generasi muda untuk kembali kepada nilai, akar dan kekayaan budaya Indonesia, ditengah gempuran budaya global yang kian masif.

Forum ini menjadi ruang reflektif dan strategis untuk menggali kembali akar identitas budaya Indonesia serta merancang pendekatan yang relevan dalam menghadirkan budaya lokal sebagai kekuatan yang dapat bersaing secara global.

Dr. Pande Made Kardi Suteja, Sp.U, mewakili Neka Art Museum, menyampaikan, museum dengan senang hati membuka ruang bagi diskusi budaya demi memperkuat posisi budaya Indonesia di tengah persaingan global.

Forum ini berlangsung di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, sejak Februari 2025 dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kebudayaan yang digelar secara berkelanjutan. Ubud dipilih karena dikenal sebagai pusat kebudayaan yang aktif dan berpengaruh di Indonesia.

Kegiatan ini dilaterbelakangi karena pada  era digital sekarag ini, arus budaya asing masuk begitu cepat melalui media sosial, hiburan, hingga gaya hidup, sehingga budaya lokal perlahan terpinggirkan. Forum ini muncul sebagai wujud kegelisahan sekaligus harapan akan pentingnya menjaga, mengembangkan, dan memperkuat budaya lokal sebagai identitas bangsa dan sumber daya nasional. “Gerakan ini bertujuan untuk  menumbuhkan rasa bangga dan cinta budaya Indonesia, karena itu bagian dari cinta terhadap tanah air, khususnya  bagi generasi muda yang akan memegang estapet perjalanan budaya bangsa,” katanya.

Baca:   MDA Denpasar: Pemkot Tidak Larangan Menaruh Ogoh-Ogoh di Pinggir Jalan  

Pande Kardi Suteja mengharapkan, melaluui kegiatan ini mampu mendoorong pelaku seni dan industri kreatif untuk mengangkat potensi budaya lokal dalam karya mereka; Menjadikan budaya Indonesia sebagai kekuatan lunak (soft power) yang mampu bersaing di panggung global, sebagaimana keberhasilan fenomena K-pop di Korea Selatan.

Forum ini dilaksanakan secara inklusif, melibatkan generasi muda, lansia, hingga penyandang disabilitas. Melalui lokakarya budaya, masyarakat diajak untuk kembali terhubung dengan akar budaya mereka. Diskusi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membentuk citra budaya Indonesia yang modern dan mendunia.

Salah satu narasumber, Tubagus Andre Sukmana, budayawan nasional, menyampaikan, diperlukan strategi untuk menghadapi derasnya pengaruh budaya asing. Ia menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam mempertahankan budaya lokal.

Menurutnya, generasi muda harus dilibatkan secara aktif dalam gerakan ini, dengan tetap terbuka terhadap pengaruh luar tanpa kehilangan identitas.“Perlu kontribusi generasi muda, kesadaran akan akar budaya, serta tidak alergi terhadap budaya asing. Yang penting, kita memiliki filter dan rasa bangga terhadap budaya sendiri,” ujar Tubagus.

Sementara itu, Benito Lapulalan selaku moderator forum menegaskan pentingnya pembinaan kebudayaan dari hulu ke hilir—mulai dari pelaku seni, museum, sanggar, hingga data budaya daerah yang sering kali terlupakan. Ia juga menyoroti saat ini Indonesia telah memiliki payung hukum tentang pemajuan kebudayaan, yang harus dimanfaatkan secara optimal. “Gerakan INDONESIAN WAVE bukan sekadar program, melainkan sebuah panggilan kolektif untuk kembali “menjelajah negeri”—mengenal, mencintai, dan memelihara budaya lokal sebagai inspirasi masa depan. Di tengah tantangan globalisasi, budaya Indonesia tidak boleh hanya menjadi artefak museum, tetapi harus menjadi denyut kehidupan yang terus berkembang di tengah masyarakat,” harapnya.

Selain Forum Diskusi, juga dilaksanakan pameran Karikatur, yang melibatkan 9 seniman karikatur, setidaknya ada 33 hasil karya yang akan dipamerkan.(wir).

Baca:   Bupati Sanjaya dan Istri  Ngelungsur Pawintenan Sari

Filed Under: Agama, Seni dan Budaya

Reader Interactions

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Primary Sidebar

Pencarian

  • Email
  • Phone
  • WhatsApp

Berita Lainnya

MG Indonesia Luncurkan MGS5 EV Optimis Targetkan 1.500 SPK Tercapai

May 9, 2026 By manggala

 Bupati Mahayastra Terima Kunjungan DPRD Provinsi DKI Jakarta

May 7, 2026 By manggala

Walikota Jaya Negara Dampingi Mendikdasmen Tinjau Program Revitalisasi SDN 6 Sumerta

May 7, 2026 By manggala

DPRD Klungkung Tetapkan Dua Ranperda Menjadi Perda

May 7, 2026 By manggala

Menjemput Keajaiban di Sela Doa:Kisah Marbot Masjid dan Jalan Tak Terduga Menuju Baitullah Bersama Adira Finance

April 9, 2026 By manggala

Footer

Manggala Online

This is an example of a text widget which can be used to describe a particular service. You can also use other widgets in this location.

Examples of widgets that can be placed here in the footer are a calendar, latest tweets, recent comments, recent posts, search form, tag cloud or more.

Sample Link.

Terbaru

  • Bertajuk “Vernal Artistic”, Empat Perupa Bali Gelar Pameran di Santrian Gallery-Sanur
  • MG Indonesia Luncurkan MGS5 EV Optimis Targetkan 1.500 SPK Tercapai
  •  Bupati Mahayastra Terima Kunjungan DPRD Provinsi DKI Jakarta
  • Walikota Jaya Negara Dampingi Mendikdasmen Tinjau Program Revitalisasi SDN 6 Sumerta
  • DPRD Klungkung Tetapkan Dua Ranperda Menjadi Perda

Pencarian

Copyright © 2026 · Manggala Online