• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • Home
  • About Us
  • Kategori Berita
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Sosok
    • Agama, Seni dan Budaya

Manggala Online

Surat Kabar Manggala

Ad example

MDA Denpasar: Pemkot Tidak Larangan Menaruh Ogoh-Ogoh di Pinggir Jalan  

March 20, 2025 by manggala Leave a Comment

Denpasar(Manggala Online)-Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar angkat bicara soal viral terkait pemberitaan yang menyebutkan bahwa ogoh-ogoh dilarang di pajang di pinggir jalan. Dalam forum rapat dimanapun tidak pernah ada kesimpulan yang berkaitan dengan pelarangan memajang ogoh-ogoh di pinggir jalan jelang malam Pangerupukan. Demikian disampaikan Ketua MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana saat dikonfirmasi Kamis (20/3).

Ketua MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana

AASudiana  menjelaskan, MDA Kota Denpasar selalu dilibatkan dalam pelaksanaan Rapat Kordinasi berkaitan dengan rangkaian Hari Suci Nyepi. Dimana, dalam setiap rapat baik yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar atau Kapolresta Denpasar tidak pernah ada kesimpulan untuk melarang pemajangan ogoh-ogoh di pinggir jalan menjelang Malam Pangerupukan. 

“Saa rasa tidak ada larangan itu (menaruh ogoh-ogoh di pinggir jalan menjelang malam pangerupukan), di berbagai forum pun tidak pernah diatur, baik rapat di Pemkot Denpasar maupun yang di Polresta, hanya saja diimbau agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, dan kami meyakini bahwa STT dan masyarakat sudah sangat paham hal itu,” ujarnya.

Dikatakannya, pelaksanaan ritual Tawur Kasanga serta Pengarakan Ogoh-ogoh diatur sepenuhnya oleh Desa Adat. Hal tersebut tentunya disesuaikan dengan dresta yang berlaku. Namun demikian, secara teknis pelaksanaan pengarakan ogoh-ogoh juga mempedomani Perda Kota Denpasar : 9 Tahun 2024 tentang Pelestarian Ogoh-Ogoh. Dimana, pengarakan ogoh-ogoh dapat dimulai Pukul 16.00 Wita hingga Pukul 00.00 Wita dengan tidak menggunakan Soundsystem. “Kreativitas Ogoh-Ogoh ini adalah sangat baik, dan diharapkan dapat mengembangkan kreasi karya seni budaya Para Yowana untuk mendukung  upacara Pangrupukan sebagai simbol Nyomia Bhuta Kala, dan untuk Pariwisata Budaya,” ujarnya. (ags).

Baca:   Hello world!

Filed Under: Agama, Seni dan Budaya

Reader Interactions

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Primary Sidebar

Pencarian

  • Email
  • Phone
  • WhatsApp

Berita Lainnya

BPBD Gianyar Berbagi Kemampuan Evakuasi kepada Prajurit Yonif 741/GN

August 4, 2026 By manggala

Wabup Klungkung Buka FGD Tata Kelola Sampah Berbasis Tri Hita Karana di Semarapura Tengah

August 4, 2026 By manggala

Bupati Satria Serahkan Bantuan Ngaben Massal di Nusa Penida

August 4, 2026 By manggala

New Suzuki XL7 Resmi Meluncur di Bali:Harga Kompetitif, Selama Pameran Cash Back Rp 15.juta

July 30, 2026 By manggala

Pangdam IX Udayana Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Desa Saba

July 30, 2026 By manggala

Footer

Manggala Online

This is an example of a text widget which can be used to describe a particular service. You can also use other widgets in this location.

Examples of widgets that can be placed here in the footer are a calendar, latest tweets, recent comments, recent posts, search form, tag cloud or more.

Sample Link.

Terbaru

  • BPBD Gianyar Berbagi Kemampuan Evakuasi kepada Prajurit Yonif 741/GN
  • BPBD Gianyar Berbagi Kemampuan Evakuasi kepada Prajurit Yonif 741/GN
  • Wabup Klungkung Buka FGD Tata Kelola Sampah Berbasis Tri Hita Karana di Semarapura Tengah
  • Bupati Satria Serahkan Bantuan Ngaben Massal di Nusa Penida
  • New Suzuki XL7 Resmi Meluncur di Bali:Harga Kompetitif, Selama Pameran Cash Back Rp 15.juta

Pencarian

Copyright © 2026 · Manggala Online