Gianyar(Manggala Online)-Menginjak usia 10 tahun(dasa warsa) “Minyak Kutus-Kutus Tamba Waras” bergulat lawan pemalsuan. Minyak Kutus-Kutus Tamba Waras, merupakan minyak herbal untuk kesehatan, yang markas produksinya di Gianyar, kualitasnya tak diragukan lagi. Kualitas yang terpercaya ini menyebabkan niat orang memalsukan, dengan membuat produk sejenis, yang kelihatan asli tapi sesungguhnya palsu.

Owner Kutus-Kutus Servasius Bambang Pranoto didampingi CEO yang merupakan istrinya Riva Effrianti saat jumpa media Satu Dasawarsa Kutus-Kutus di Resto Mango Lango, Banjar Pacung, Kelurahan Bitra, Kecamatan Gianyar, Selasa (5/12).
Owner Minyak Kutus-Kutus Bambang Pranoto mengakui dari 11 jenis produk Kutus-Kutus, 3 diantaranya terindikasi palsu karena dijual dengan harga di bawah standar. Berbagai upaya telah dilakukan termasuk membentuk tim take down dan tim somasi, namun pemalsuan produk tak terbendung. Terutama yang dijual masif di online shop. “Dari investigasi yang dilakukan tim, ditemukan ada 380 lapak online, yang menjual Minyak Kutus-Kutus, tapi 80 persennya produk Minyak Kutus-Kutus palsu,” cetus, pria yang akrab disapa Babe ini.
Melihat banyak pemalsuan produk, Babe mengaku sangat risau. Taktiknya pun diketahui cukup beragam di setiap daerah. Ada yang sengaja mengumpulkan botol bekas Kutus-Kutus kemudian diisi minyak lain dan dijual murah. “Kita sebulan produksi sekitar 300.000-500.000 botol, bayangkan pasti banyak botol bekas. Itu dipalsukan, hingga orang susah membedakan mana palsu mana asli,” ungkapnya. Guna mengatasi ini, pihaknya telah mencetuskan aksi penukaran botol bekas dengan produk Kutus-Kutus asli sehingga meminimalisir terjadinya penyalahgunaan botol bekas. Namun diakui, pemalsuan masih saja terjadi dengan berbagai cara.
Tim take down pun sempat menghubungi lapak-lapak yang menjual Minyak Kutus-Kutus yang diduga palsu, namun tidak banyak yang menggubris. Tim somasi yang dibentuk juga sempat melakukan somasi, namun, lagi-lagi, urusan harga produk tidak ada aparatur hukum yang menindaklanjuti.
Ditengah gempuran pemalsuan produknya, kini owner P.T. Kutus-Kutus Tamba Waras pun menyiapkan rencana ekstrem, dengan menyiapkan merk atau brand baru yang disebut “Sanga-Sanga”. “Mengganti brand memang beresiko. Pilihannya cuma dua, berani apa tidak,” ujar Bambang Pranoto didampingi CEO yang merupakan istrinya Rifa saat jumpa media di Resto Mango Lango, Banjar Pacung, Kelurahan Bitra, Kecamatan Gianyar, Selasa (5/12).
Bambang mengungkapkan, pilihan dengan brand baru “Sanga-Sanga” ini terinspirasi dari usia “Kutus-Kutus sudah dasa warsa. Jadi harus lebih besar. Maka bran baru “Sanga-Sanga”. “Anda kan kenal permainan kiu-kiu? Kalau angka 99(Sangga-Sanga) angka yang paling besar,” ucapnya.
Namun demikian, pihaknya tidak serta merta meninggalkan merk Kutus-Kutus yang sudah dikenal luas di masyarakat lalu mengganti dengan Sanga-Sanga. Babe mengatakan, tetap melihat situasi. “Kita akan ujicoba Sanga-Sanga di tahun 2024, dengan produk baru lainnya seperti: sabun cair, skincare, lulur dan jamu enak. Sementara Kutus-Kutus tetap kita pertahanan sembari melihat situasi,” jelasnya.
“Dalam posisi ini kita harus ambil langkah cukup drastis. Kalau memang para pemalsu bisa kita atasi, kita tunda Sanga-Sanga. Kalau tidak bisa kita atasi, kita introduce merk baru. Cuma ganti merk, semua peralatan produksi tetap seperti dulu,” jelasnya.
Sanga-sanga berupa produk baru masih proses administrasi. Direncanakan siap tahun 2024 mendatang. Produknya seperti sabun cair, skincare, masker, krim wajah, lulur, dan jamu enak. “Jamu sudah kita tes drive pada bapak-bapak yang lesu dalam segala hal. Begitu minum, istri hamil. Banyak berhasil, ini bukan obat kuat tapi untuk kesehatan begitu anda sehat, vitalitas meningkat pesat,” terangnya.
Babe mengakui, jamu enak ini dicetuskan mencerminkan dirinya sendiri. Menjelang usia 69 tahun, Babe berupaya menjaga vitalitas mendampingi Rifa sang istri yang terpaut usia 23 tahun. “Karena usia saya gak muda lagi, punya istri muda saya panik maka muncul jamu enak ini,” ungkapnya sembari tertawa.(wir).

Leave a Reply