Gianyar(Manggala Online)-KPU Gianyar melaksanakan Simulasi Pencoblosan dan Penghitungan Suara untuk Pemilu 2024, di Wantilan Pura Samuan Tiga, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Selasa(23/2). Simulasi kali ini yang ke- dua, setelah sebelumnya dilakukan di Desa Batubulan beberapa waktu lalu.

Suasana Simulasi Pemunggutan dan Penghitungan Suara yang selenggarakan KPU Gianyar di Wantilan Samuan Tiga, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Selasa(23/1).
Tujuan simulasi untuk memetakan potensi permasalahan yang dihadapi baik oleh KPPS maupun pemilih, saat hari pencoblosan dan penghitungan suara sebenarnya, pada 14 Pebruari 2024.
Ketua KPU Gianyar I Wayan Mura mengatakan, Simulasi kali ini melibatkan TPS 18, Desa Bedulu. Lengkap dengan KPPS dan anggota, dan warga yang terdaftar sebagai pemilih di TPS tersebut.
Menurut Mura, simulasi ini dilaksanakan untuk memetakan dan mendapatkan gambaran lama waktu pencoblosan, potensi permasalahan, dan hal- hal teknis lainnya. Selanjutnya dilakukan evaluasi untuk dijadikan bahan untuk bimbingan teknis bagi KPPS, yang akan dilaksanakan setelah tanggal 25 Januari nanti. ” Jadi ini hanya untuk memetakan. Makanya mungkin tidak sama persis dengan hari pencoblosan sebenarnya,” jelasnya.
Mura menjelaskan, walau ini merupakan simulasi, tapi semua pendukung simulasi harus melaksanakan secara serius. Tidak boleh meninggalkan tempat sesuai tugas yang diwajibkan. Bagi anggota KPPS ini merupakan pembelajaran, yang akan dijadikan bahan untuk perbaikan pelaksanaan pada hari pencoblosan sebenarnya. “Kami harapkan semua harus melaksanakan dengan serius, karena ini akan menjadi bekal dalam melaksanakan tugas nanti,” ujarnya.
Simulasi ini juga, sebagai bahan evaluasi dan kajian terhadap tugas – KPPS, yang selama ini dinilai cukup berat. Dari simulasi ini akan kita petakan apa memang benar dengan tugas yang ada, tugas KPPS itu berat atau tidak. Atau mungkin ada hal lain yang menyebabkan kesulitan KPPS dalam melaksanakan tugasnya.
Menurutnya, berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan terhadap simulasi pertama di Desa Batubulan, pihaknya telah menemukan adanya anggota KPPS yang belum memahami tugas masing- masing. Dari lima anggota KPPS, semua memiliki tugas khusus yang harus dilaksanakan dengan baik.
Ditegaskan, hasil evaluasi simulasi pertama dan ke- dua ini nantinya akan dijadikan juga bahan bimbingan teknis bagi seluruh anggota KPPS di Kabupaten Gianyar, yang akan dilaksanakan setelah pelantikan anggota KPPS, tanggal 25 Januari nanti.
Dari simulasi sebelumnya pemilihan memerlukan waktu paling cepat 3 menit dan paling lama 5 menit per orang. Namun untuk penghitungan suara Pilpres sama DPD memerlukan waktu sekitar 1 jam sedangkan untuk DPR sekitar 2,5 jam,” lanjutnya.
Sementara itu Ketua Bawaslu Gianyar I Wayan Hartawan dalam pengamatannya yang dilakukan terhadap simulasi menilai ada beberapa hal yang perlu disempurnakan. Yakni, jarak antara bilik suara terlalu dekat, hal ini bisa memberi peluang para pemilih bisa saling bisik. Dan berpeluang saling mempengaruhi.
Setiap saksi dan pengawas TPS menurut Hartawan juga harus mendapatkan daftar pemilih tetap(DPT) yang ada di TPS lokasi pengawas menjalankan tugas. Hal ini penting agar pengawas dan saksi bisa memantau siapa yang sesungguhnya hadir. Ini juga bisa mengantisipasi terjadi kecurangan pemilih ganda. Selain itu, menurut Hartawan, pendamping pemilih juga harus jelas. Mereka harus mengantongi surat sebagai pendamping. “Semua potensi permasalahan memang harus kita antisipasi, sehingga benar- benar Pemilu jujur, adil, langsung, umum, bebas, rahasia bisa dilaksanan,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekda Gianyar Dewa Gede Alit Mudiarta mengatakan, Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Perolehan Suara di TPS merupakan bentuk komitmen jajaran KPU dalam menyukseskan Pemilu 2024. “Mari kita jadikan simulasi ini sebagai pelajaran bersama untuk menjadi modal besar bagi kita pada pelaksanaan Pemilu nanti,”ujarnya.
Sekda Dewa Alit berharap, peran serta dan dukungan aktif dari semua pihak nantinya akan turut menjadi penentu kesuksesan pada saat Pemilu di Kabupaten Gianyar. “Semoga simulasi ini menjadi tahap persiapan yang mantap bagi stakeholder Kabupaten Gianyar guna menyelenggarakan Pemilu tahun 2024 yang akan datang secara kondusif, aman, damai, dan demokratis,” pungkasnya.(wir).

Leave a Reply