Gianyar(Manggala Online)-Komisi Pemiliha Umum(KPU) melakukan antisipasi kejadian banyak Kelompok Penyelenggara Pemunggutan Suara(KPPS) yang sakit bahkan meninggal karena melaksanakan tugas seperti KPPS Pemilu 2019. Antisipasi dilakukan dengan merekrut anggota KPPS yang benar-benar sehat, yang dinyatakan dengan surat keterangan sehat dari dokter. Selain itu, KPPS diutamakan yang umurnya tidak lebih dari 50 tahun. Hal itu diungkapkan Pelaksana Harian KPUD Gianyar Dewa Nyoman Suardita, saat kegiatan Sosialisasi Tahapan Pemilu dan Peran Media Dalam Mewujudkan Pemilu Damai 2024, di Hotel Kutus-Kutus, Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, Sabtu(2/12).

KPUD Gianyar melaksanakan Sosialisasi Tahapan Pemilu dan Peran Media Dalam Mewujudkan Pemilu 2024 berjalan damai, di Hotel Kutus-Kutus, Desa Buruan, Blahbatuh, Sabtu(2/12).
Kegiatan itu dihadiri Komisioner KPUD Gianyar, Dinas Kesbangpollinmas, Dinas Kominfo, dan awk media yang bertugas di Gianyar.
Lebih lanjut Dewa Nyoman Suardita menjelaskan, sekarang ini sedang melakukan rekrutmen KPPS. Pengumuman Perekrutan KPPS telah disampaikan ke masing-masing desa. Diharapkan, batas waktu penutupan nanti semua KPPS terpenuhi seuai kebutuhan Tempat Pemunggutan Suara(TPS). “Kami harapkan masyarakat terpanggil berpartisipasi sebagai KPPS,” harapnya.
Menurutnya, KPPS memiliki fungsi strategis dalam proses pemunggutan suara. Karenanya, anggota KPPS yang berintegritas dan mau berpartisipasi dalam Pemilu mutlak dibutuhkan sesuai jumlah TPS, untuk terselenggaranya Pemilu yang lancar, aman dan damai.
Menyinggung soal Surat Keterangan Sehat dari Dokter, pihaknya telah berkoordinasi dengan Sekda Gianyar agar dalam pengurusan bisa dilakukan kolektif di Puskesmas di tiap kecamatan. “Kami dengan Pak Sekda sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Jadi, nanti calon anggota KPPS memeriksakan kesehatannya di Puskesmas,” sebutnya.
Selain itu, anggota KPPS juga mesti dilindungi dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan oleh pemerintah.
Selain soal kesehatan, anggota KPPS juga dikurangi beban tugas sehingga tidak stress dan jatuh sakit. “Kalau dulu 300-500 DPT, sekarang hanya maksimal 300 DPT,”katanya.
Tentang honor, diungkapkan, Ketua KPPS menerima honor Rp 1.200.000, selama bertugas. Anggota tiap orang menerima honor Rp 1.100.000, sedangkan Linmas/Pengamanan TPS, menerima honor Rp 900.000. “Itu untuk kegiatan Pemilu 2024. Namun untuk KPPS saat Pilkada, Ketua KPPS menerima honor Rp 900.000, selama bertugas. Anggota tiap orang menerima honor Rp 800.000, sedangkan Linmas/Pengamanan TPS, menerima honor Rp 700.000. “Tiap TPS dibutuhkan 7 orang personel. Lima Ketua dan anggota KPPS, dan dua orang Linmas atau pengamananTPS,” ungkapnya.
Untuk Pemilu 2024 di Gianyar selain memilih Paket Presiden dan Wakil Preside, memilih DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan 45 orang anggota DPRD Kabupaten Gianyar.
Di Gianyar sendiri ada DPT sejumlah 390.444, dengan jumlah TPS sebanyak 1.591.
Sementara itu, Bagus Suardita Divisi Sosialisasi dan Humas mengungkapkan, Sosialisasi Tahapan Pemilu memegang peranan penting dalam mewujudkan Pemillu 2024 berjalan lancar dan damai. Karena itu, diharapkan, peran media maintrem ikut terlibat mensosialisasi setiap tahapan Pemilu. “Kami mengajak teman-teman Pers, agar ikut mensosialisasikan tahapan Pemilu kepada masyarakat,” harapnya.
Menurutnya, selain menjaga Pemilu aman dan damai, sosialisasi memegang peranan penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya. Pada Pemilu 2019 partisipasi Pemilh di Gianyar mencapai 80 persen. “Kali ini jangan kurang dari 80 persen,” harapnya. (wir).

Leave a Reply