Gianyar(Manggala Online)-Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, membuka pelaksanaan Bulan Bahasa Bali Tahun 2026 di Kabupaten Gianyar, di Balai Budaya Gianyar, Kamis (5/2). Bulan Bahasa Bali merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan setiap Februari sejak tahun 2019 sebagai upaya pemerintah dalam melestarikan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai warisan budaya adiluhung.

Dalam sambutannya, I Ketut Pasek Lanang Sadia menyampaikan, Bulan Bahasa Bali menjadi salah satu wujud nyata pelaksanaan visi Kabupaten Gianyar, yakni terwujudnya masyarakat Gianyar yang bahagia, sejahtera, aman dan damai, mandiri, serta berintegritas berdasarkan Tri Hita Karana melalui pembangunan nasional semesta berencana.
“Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat desa adat yang bertumpu pada nilai-nilai adat, budaya, dan agama Hindu sebagai fondasi kehidupan masyarakat Bali,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikannya, budaya Bali dapat diibaratkan seperti sebuah pohon. Sastra Bali sebagai akar yang kuat, desa adat sebagai batang penopang, serta seni dan keindahan sebagai bunga dan buah yang dijiwai oleh ajaran agama Hindu. Keterkaitan inilah yang menjadikan budaya Bali tetap lestari hingga saat ini.
Ia berharap, melalui pelaksanaan Bulan Bahasa Bali yang diisi dengan berbagai lomba berbahasa Bali dan nyurat aksara Bali, dapat meningkatkan minat generasi muda dalam melestarikan bahasa dan sastra Bali serta mendorong penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari.
“Bahasa Bali hendaknya terus digunakan dalam lingkungan keluarga dan berbagai kegiatan adat. Jangan pernah malu menggunakan bahasa Bali, meskipun mampu berbahasa asing,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, menjelaskan, pelaksanaan Bulan Bahasa Bali Tahun 2026 di Kabupaten Gianyar mengacu pada tema Bulan Bahasa Bali Provinsi Bali, yaitu “Atma Kerthi-Udiana Purnaning Jiwa”, yang bermakna Bulan Bahasa Bali sebagai altar pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai sumber kesadaran menuju harmoni semesta raya.
Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali Tahun 2026 juga berpedoman pada Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 11 Tahun 2025 tanggal 16 April 2025 tentang Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 dengan Ekosistem Kerangka Statistik Budaya (KSB) di Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali, sebagai upaya penguatan, pengembangan, pemanfaatan, dan pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali.
Adi Parbawa menambahkan, Bulan Bahasa Bali Kabupaten Gianyar diisi dengan berbagai lomba yang diikuti oleh perwakilan dari tujuh kecamatan, antara lain Lomba Menulis Aksara Bali tingkat SD, Lomba Menulis Lontar tingkat SMP, Lomba Debat Berbahasa Bali tingkat SMA/SMK, Lomba Membaca Lontar tingkat SMA/SMK, Lomba Masatua Bali Krama Istri yang diikuti oleh Paiketan Krama Istri (PAKIS), Lomba Sambrama Wacana Prajuru Adat, serta Lomba Film Pendek Dokumenter Berbahasa Bali yang diikuti oleh pelajar SMA/SMK dan peserta umum se-Bali.
“Para pemenang lomba akan mewakili Kabupaten Gianyar sebagai duta pada ajang Bulan Bahasa Bali Tingkat Provinsi Bali,” pungkasnya.(wir).

Leave a Reply