Gianyar(Manggala Online)-Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa(PMD) Kabupaten Gianyar melaksanakan kunjungan ke desa- desa untuk melakukan komunikasi sosial(komsos) langsung dengan pemerintahan desa di Gianyar, kegiatan ini diberi nama Kersos Gianyar Aman”.Hal ini merupakan pelaksanaan fungsi Dinas PMD sebagai orang tua desa, dimana PMD harus mendengar aspirasi dan keluhan yang dihadapi pemerintahan desa yang selanjutnya dicarikan solusinya. “Dengan komsos langsung terjadi komunikasi yang terbuka tanpa ada sekat antara Dinas dengan pemerintaha desa. Dengan begitu kami menerima masukan yang konkrit tentang permasalahan yang dihadapi pemerintahan desa, ” ungkap I Gede Daging, Kepala Dinas PMD Kabupaten Gianyar kepada Manggala, di Gianyar, Rabu(28/1).

Ide komsos ke desa- Desa lahir saat mengundang lembaga- lembaga di pemerintahan desa se Gianyar. Seperti Forum Perbekel, Forum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) , dan Forum Sekretaris Desa se Kabupaten Gianyar, saat mengawali tugas sebagai Kepala Dinas PMD Gianyar. Saat itu pihaknya berjanji akan melakukan kunjungan ke desa- desa yang ditarget selesai selama dua bulan, sejak Desember 2025 sampai Januari 2026. “Astungkara(Syukur) sampai Rabu 28 Januari 2026 sudah 62 desa berhasil dikunjungi. Tinggal dua desa saja. Minggu ini akan saya tuntaskan, ” Cetus mantan Camat Sukawati ini.
Menurut pejabat asal Banjar Karangsuung Kaja, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli ini, sambutan pemerintahan desa selama kunjungannya cukup baik. Pihaknya tidak hanya disambut perbekel dan perangkat desa, bahkan juga BPD dan tokoh masyarakat. “Kunjungan kami disambut antusias pemerintah desa. Walaupun terkadang dilakukan secara mendadak atau tanpa terjadwal, ” cetusnya.
Dari kunjungan itu didapat informasi serapan anggaran desa Tahun Anggaran 2025 cukup bagus. Walau ada desa- desa yang masih punya siapa signifikan. Silpa ini disebabkan karena dana bagi hasil pajak tahun 2025 cair menjelang akhir tahun. Bagi desa yang mengalokasikan untuk kegiatan fisik pasti tidak bisa terlaksana.
Selain itu, pihaknya juga menerima keluhan dari desa Terkait besarnya dana desa dari APBN untuk pembangunan Koperasi Merah Putih. Hal ini menyebabkan akan ada program yang tidak tet biayai. Namun demikian pihaknya berharap desa tetap melaksanakan program sesuai petunjuk. Soal kekurangan anggaran akibat pembangunan Koperasi Merah Putih, Gede Daging yakin bisa dicover dari dana bagi hasil pajak(BHP) dan bagi hasil retribusi(BHR). “Saya kira di Gianyar tidak jadi soal. Pendapatan Gianyar cukup besar dan Bupati Gianyar I Made Mahayastra sangat peduli dengan pembangunan desa, ” ujarnya.
Menurutnya, hal penting yang ditargetkan melalui Komsos Gianyar Aman adalah melihat langsung kondisi desa dan mencari masukan yang positif untuk peningkatan pelayanan Dinas PMD kepada desa ke depan. Dengan demikian, diharapkan desa- desa di Gianyar akan semakin mandiri dan maju. (wir).

Leave a Reply